Rabu, 21 Januari 2015

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Saat ini dunia keperawatan semakin berkembang. Hampir dua dekade profesi ini menyerukan perubahan paradigma. Perawat yang semula tugasnya hanyalah semata – mata menjalankan perintah dokter kini berupaya meningkatkan perannya sebagai mitra kerja dokter seperti yang sudah dilakukan di negara – negara maju. Perawat dianggap sebagai salah satu profesi kesehatan yang harus dilibatkan dalam pencapaian tujuan pembangunan kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia.
Sebagai sebuah profesi yang masih berusaha menunjukkan jati diri, profesi keperawatan dihadapkan pada banyak tantangan. Tantangan ini bukan hanya dari eksternal tapi juga dari internal profesi ini sendiri. Untuk itu perawat dituntut memiliki skill yang memadai untuk menjadi seorang perawat profesional.
Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Saat ini perawat memiliki peran yang lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensif.

B.     Tujuan
Tujuan Umum : Adapaun tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui dan memahami perawat sebagai peran dan fungsi perawat profesional.
Tujuan khusus penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui dan memahami pengertian dari perwata sebagai profesi
2.      Mengetahui dan memahami pengertian perawat profesional
3.      Mengetahui dan  memahami peran profesional
4.      Mengetahui dan memahami fungsi perawat profesional





BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian
Perawat adalah mereka yang memiliki keamampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Seseorang  dikatakan perawat profesional jika memiliki ilmu pengetahuan, ketrampilan keperawatan  profesional serta memliki sikap profesional sesuai kode etik profesi.
Seseorang dikatakan perawat profesional jika memiliki ilmu pengetahuan ketrampilan keperawatan profesional serta memiliki sikap profesional sesuai kode etik profesi.

B.       Peran Perawat
Doheny (1982) mengidentifikasi beberapa elemen peran perawat profesional, meliputi:
1.      Care giver, sebagai pemberian asuhan keperawatan
2.      Client advocate, sebagai pembela untuk melindungi klien
3.      Consellor, sebagai pemberi bimbingan/konseling klien
4.      Educator, sebagai pendidik klien
5.   Collaborator, sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain
6.      Coordinator, sebagai koordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber dan potensi klien.
7.      Change agent, sebagai pembaru yang selalu dituntut untuk mengadakan perubahan-perubahan.
8.      Consultant, sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan masalah klien. 
1.      Care giver/ pemberi asuhan
Sebagai pelaku/pemberi asuhan keperawatan , perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada klien, menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi: melakukan pengkajian dalam upaya mengumpulkan data dan informasi yang benar, menegakkan diagnosis keperawatan berdasarkan hasil analisis dataa, merencakan intervensi keperawatan sebagai upaya mengatasai masalah yang muncul dan membuat langkah atau cara pemecahan masalah, melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang ada, dan melakukan evaluasi berdasarkan respons klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilakukannya.
Peran utamanya adalah memberikan asuhan keperawatan kepada klien yang meliputi intervensi/tindakan keperawatan, observasi, pendidikan kesehatan dan menjalankan tindakan medis sesuai dengan pendelegasian yang diberikan.
2.      Client advocate
Sebagai advocat klien, perawat berfungsi sebagai penghubung antara klien dengan tim kesehatan lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan klien , membela kepentingan klien, dan membantu klien memahami semua informasi dan upaya kesehatan yang diberikan oleh tim kesehatan dengan pendekatan tradisional maupun profesional. Peran advokasi sekaligus mengharuskan perawat bertindak sebagai narasumber dan fasilitator dalam tahap pengambilan keputusan terhadap upaya kesehatan yang haarus dijalani oleh klien. Dalam menjalankan peran sebagai advocat (pembela klien) perawat harus dapat melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalam pelayanan keperawtatan.
3.      Consellor
Tugas utama perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya. Konseling diberikan kepada individu/keluarga dalam mengintregasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu, pemecahan masalah difokuskan pada masalah keperawatan, mengubah perilaku hidup ke arah perilaku hidup sehat.
4.      Educator
Sebagai pendidik klien, perawat membantu klien meningkatkan kesehatannya melalui pemberian pengetahuan yang terkait dengan keperawtan dan tindakan medik yang diterima sehingga klien/keluarga dapat menerima tanggung jawab terhadap hal-hal yang diketahuinya. Sebagai pendidik, perawat juga dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok keluarga yang berisiko tinggi, kader kesehatan dan lain sebagainya.
5.      Collaborator
Perawat bekerja sama dengan tim kesehatan lain dan keluarga dalam menentukan rencana maupun pelaksanaan asuhan keperawtan guna memenuhi kebutuhan kesehatan klien.
6.      Coordinator
Perawat memanfaatkan semua sumber-sumber dan potensi yang ada, baik materi maupun kemampuan klien secara terkoordinasi sehingga tidak ada intervensi yang terlewatkan maupun tumpang tindih.
Dalam menjalankan peran sebagai koordinator perawat dapat melakukan hal-hal berikut.
1.      Mengoordinasi seluruh pelayanan keperawatan
2.      Mengatur tenaga keperawatan yang akan bertugas
3.      Mengembangkan sistem pelayanan keperawatan
4.      Memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan keperawatan pada sarana kesehatan.
7.      Change agent
Sebaga pembaru, perawat mengadakan inovasi dalam cara berpikir, bersikap, bertingkah laku dan meningkatkan ketrampilan klien/keluarga agar menjaadi sehat. Elemen ini mencakup perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dalam berhubungan dengan klien dan cara memberikan perawatan pada klien
8.      Consultant
Elemen ini secara tidak langsung berkaitan denga permintaan klien terhadap infoormasi tentang tujuan keperawatan yang diberikan. Dengan peran ini dapat dikatakan, perawat adalah sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi spesifik klien.

C.      Fungsi Perawat
Fungsi adalah pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya.
a.    Pemberian asuhan/pelayanan keperawatan
b.    Praktik keperawatana
c.    Pengelolaan institusi keperawatan
d.   Pendidik klien (individu, keluarga, dan masyarakat).

Tujuh Fungsi Perawat (Phaneuf 1972)
1.      Melakasanakan instruksi dokter
2.      Observasi gejala dan respon pasien yang berhubungan dengan penyakit dan penyebabnya.
3.      Memantau pasien, menyusun dan memperbaiki rencana keperawatan secara terus-menerus berdasarkan pada kondisi dan kemampuan pasien
4.      Supervisi semua pihak yang ikut terlibat dalam perawatan pasien
5.      Mencata dan melaporkan keadaan pasien
6.      Melaksanakan prosedur dan teknik keperawatan
7.      Memberikan pengarahan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Fungsi perawat (PK. St. Carolus 1983)
a.       Fungsi pokok
Membantu individu, keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat dalam melaksanakan kegiatan yang menunjang kesehatan, penyembuhan atau menghaapi kematian yang pada hakikatnya dapat mereka laksanakan tanpa bantuan apabila mereka memiliki kekuatan, kemauan dan pengetahuan. Bantuan yang deberikan bertujuan menolong dirinya sendiri secepat mungkin
b.      Fungsi tambahan
Membantu individu, keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan rencana pengobatan yang ditentukan oleh dokter.
c.       Fungsi kolaboratif
Sebagai anggota tim kesehatan, perawat bekerja dalam merencanakan dan melaksanakan program kesehatan yang mencakup pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, penyembuhan dan rehabilitasi.


D.      Nilai Penting Keperawatan Profesional
1.    Komitmen yang kuat terhadap pelayanan yang diberikan oleh keperawatan untuk masyarakat
Hal ini dianggap sebagai hal yang sangat penting. Karena peran perawat berfokus pada kesehatan dan perawatan. Hal ini membuat perawt harus bertanggung jawab untuk meningkatkan status kesehatan semua manusia.
2.    Percaya pada martabat dan nilai setiap orang
Keperawatan adalah suatu profesi yang berorientasi pada manusia tanpa menghiraukan kebangsaan, ras, keyakinan, warna kulit, usia, jenis klamin politik, kelas sosial, dan status kesehatan adalah hal yang sangat mendasar dalam kesehatan.
3.    Komiten terhadap pendidikan
Hal ini mencerminkan manfaa pendidikan sepanjang hidup. Dalam hal keperawatan profesional, lulusan perlu melanjutkan pendidikan untuk mempertahankan dan memperluas tingkat kompetensi mereka agar memenuhi kreteria profesional, mengantisipasi peran perawat pada masa yang akan datang, dan memperluas ilmu pengetahuan profesional
4.    Otonomi
Hak menentukan diri sebagai profesi yang berarti para perawat haus memiliki kebebasan untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilan mereka guna kemajuan manusia dan otoritas serta kemampuan untuk melihat bahwa layanan keperawatan diberikan secara aman dan efektif.






BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan yang meliputi aspek bio-psilo-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga atau masyarakat yang sehat maupun sakit yang mencangkup siklus hidup manusia. Keperawatan dapat dipandang sebagai suatu profesi karena mempunyai body of knowledge, pendidikan berbasis keahlian pada jenjang pendidikan tinggi, memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui praktik dalam bidang profesi, memiliki perhimpunan atau organisasi profesi, memberlakukan kode etik keperawatan, otonomi dan motivasi bersifat altruistik.
Untuk menunjang keperawatan professional maka di perlukan Peningkatan kualitas organisasi profesi keperawatan dengan berbagai cara, pendekatan serta kiat kiat yang lebih difokuskan pada kemampuan perawat untuk memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan sentuhan seni dalam arti menggunakan kiat – kiat tertentu dalam upaya memberikan kenyaman dan kepuasan pada klien
B.     Saran
Kami sadar bahwa penyusunan makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Untuk terakhir kalinya kami berharap pembuatan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi perawat sehingga dapat meningkatkan kualitas kerja dan mampu menjadi perawat profesional dibidangnya.





DAFTAR PUSTAKA
Ns. Asmadi, S.Kep. 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Kuswanto, S.Kep. M.Kes. 2004. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Blais, Kathleen Koening, Jonice S. Hayes, dkk. 2007. Praktik Keperawatan Profesional. Widya Medika. Jakarta
H. Zaidin Ali, SKM, MM. 2002. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Widya Medika. Jakarta




Tidak ada komentar:

Posting Komentar